Tanaman matoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman khas Indonesia, khususnya dari Provinsi Papua. Selama ini, buah matoa memang lebih dikenal di kalangan masyarakat karena rasanya yang manis dan segar. Namun, tahukah Anda bahwa daun matoa menyimpan potensi luar biasa sebagai bahan obat herbal?
Daun matoa mengandung berbagai senyawa aktif yang bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah flavonoid. Senyawa flavonoid dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat, sehingga mampu melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas.
Apa Itu Flavonoid?
Flavonoid adalah kelompok senyawa polifenol yang banyak ditemukan pada tumbuhan. Senyawa ini memberikan warna pada bunga, buah, dan daun. Lebih dari sekadar pewarna alami, flavonoid memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti:
- Antioksidan: melawan radikal bebas
- Antibakteri: menghambat pertumbuhan bakteri
- Antiinflamasi: mengurangi peradangan
- Antikanker: berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker
- Perlindungan kardiovaskular: menjaga kesehatan jantung
Penelitian Kadar Flavonoid Daun Matoa
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Regina Caeli Cahyani Endy Manuk dan tim dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya pada tahun 2025 berhasil mengukur kadar flavonoid dalam daun matoa menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis.
Penelitian ini membandingkan dua metode ekstraksi:
1. Metode Maserasi
Metode maserasi menggunakan 250 g serbuk simplisia daun matoa yang direndam dalam 750 ml etanol 96% selama 3 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid sebesar 22,8006 ± 0,0915% b/b.
2. Metode Soxhletasi
Metode soxhletasi menggunakan 30 g serbuk simplisia yang dialiri etanol 96% secara kontinyu. Hasilnya menunjukkan kadar flavonoid yang lebih tinggi, yaitu 25,5141 ± 0,0625% b/b.
Kesimpulan Penelitian
Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara metode maserasi dan soxhletasi. Metode soxhletasi menghasilkan kadar flavonoid yang lebih tinggi karena:
- Proses ekstraksi berlangsung secara kontinyu
- Ada faktor pemanasan yang membantu pelarut mengekstrak senyawa lebih optimal
- Sirkulasi pelarut yang terus-menerus meningkatkan efisiensi ekstraksi
Penelitian ini membuktikan bahwa daun matoa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat herbal atau suplemen kesehatan berbasis flavonoid.
Potensi Pengembangan
Dengan kandungan flavonoid yang tinggi, daun matoa dapat diolah menjadi:
- Kapsul herbal
- Teh kesehatan
- Ekstrak untuk suplemen
- Bahan baku farmasi
Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan, terutama uji toksisitas, uji klinis, dan standardisasi produk agar dapat dimanfaatkan secara luas dan aman oleh masyarakat.
Kata Kunci: daun matoa, flavonoid, Pometia pinnata, herba Papua, antioksidan, ekstraksi, maserasi, soxhletasi, obat tradisional
Sumber Rujukan:
Manuk, R. C. C. E., Cahyani, E. D., & Kirana, B. C. (2025). Penetapan Kadar Flavonoid Pada Daun Matoa (Pometia pinnata) Dengan Perbandingan Metode Ekstraksi Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Volume 6 No 2 Oktober 2025, 84-89.